KOORDINASI MUHAMMADIYAH AID BERSAMA INDONESIAN HUMANITARIAN ALLIANCE

  • 25 September 2017
  • 09:55:56 WIB
  • 110 Kali Dilihat
  • Share

Direktur Utama Lazismu, Andar Nubowo, DEA selaku supervisi dan Wakil Sekretaris MDMC Abdoel Malik R. mengikuti rapat koordinasi dengan tim Muhammadiyah Aid dan tim Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) setibanya di Dhaka, Bangladesh.

Kondisi bantuan asing di Bangladesh cukup ketat, termasuk dari Indonesia, sementara keberadaan relawan asing dari Indonesia, Malaysia, dan Turki sejak kedatangan pun turut diawasi atau berada dalam status red notice.

Perlu ijin resmi dari Pemerintah Bangladesh dan wajib menggandeng mitra lokal untuk melakukan setiap aktivitas kemanusiaan di Coxs Bazar, lokasi yang akan menjadi titik penyaluran bantuan Muhammadiyah Aid. Begitu juga untuk penyaluran bantuan harus dilakukan oleh mitra lokal. Saat ini, bantuan yang diperbolehkan masuk baru diijinkan senilai 50 ribu USD atau senilai 600 juta rupiah dari Indonesia. Semoga kelak akan ada penambahan kuota untuk bantuan lagi.

Tidak ada jaminan keamanan bagi pekerja sosial atau relawan kemanusiaan di Bangladesh. Tahun lalu, pernah terjadi pembunuhan massal terhadap 20 warga negara asing di sebuah restoran. Hal ini pun masih menjadi trauma, sehingga para relawan kemanusiaan tidak boleh berjalan-jalan sendirian di malam hari, atau pun makan sendirian di restoran.

Meski demikian, tim akan terus bekerja semaksimal mungkin. Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar relawan Indonesia, khususnya tim Muhammadiyah Aid di lapangan akan mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam menunaikan amanah bangsa Indonesia untuk membantu saudara-saudara Rohingya.